Perselisihan Merek Perusahaan Inggris Taklukkan Pebisnis Tangerang -
Perselisihan Merek Perusahaan Inggris Taklukkan Pebisnis Tangerang

Perselisihan Merek Perusahaan Inggris Taklukkan Pebisnis Tangerang

Toko Bossini, Tangerang pada akhirnya kalah menantang perusahaan Inggris, Bossini di masalah perselisihan merek dagang. Masalah ini berjalan ketat sampai keputusan PK.

Bossini Inggris di bawah bendera Burling Limited. Di Indonesia, Bossini mempunyai hak terbatas bernomor IDM00008927 untuk Kelas 18 dan tercatat semenjak 8 September 1993 dan diperpanjang pada 2003.

Tentang hal untuk Pendaftaran Merek Kelas 25, Bossini mendaftar brand-nya pada 11 Mei 1994 dan diperpanjang satu dekade sesudahnya. Bossini selanjutnya mendaftar merek yang lain beruntun yakni Bossini Boy, Bossini Jeans, Bossini Man, Bossini Girl dan Bossini Kid.

Tidak terima, perusahaan Inggris ajukan PK dan menang.

“Jika Mahkamah Agung RI sekarang ini sudah memutus dan mengeluarkan keputusan Inspeksi Kembali lagi No 111PK/Pdt.Sus-HKI/2018 yang pada dasarnya sudah menggagalkan keputusan Kasasi No 211K/Pdt.Sus-HKI/2015, Keputusan Inspeksi Kembali lagi memutus jika Client kami ialah faksi yang memiliki hak atas merek BOSSINI itu dan 2 (dua) merek BOSSINI kelas 35 yang tercatat atas nama JUSI sudah diurungkan lewat Keputusan PK itu sebab ke-2 merek itu disodorkan atas landasan niat tidak bagus,” kata kuasa hukum Burling Limited dari Law Firm AMR PARTNERSHIP dalam tayangan jurnalis yang diterima detikcom, Senin (18/2/2019).

– Sejauh 2018, perselisihan Pendaftaran Merek masih memberi warna dunia peradilan Indonesia. Diantaranya perselisihan merek Pierre Cardin yang divonis Mahkamah Agung (MA) jadi punya orang Jakarta.

Masalah berawal waktu Pierre Cardin melontarkan tuntutan dari 59 reu du Faubourg Saint-Honore, Paris Prancis ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (PN Jakpus). Dia menunjuk advokat Ludiyanto untuk menuntut pebisnis lokal, Alexander Satryo Wibowo yang menghasilkan barang dengan merek yang serupa.

Pierre Cardin dari Prancis terkejut mendapati merek sama di Indonesia untuk kelas yang serupa yang dibuat Alexander Satryo Wibowo. Tidak terima, Pierre Cardin Prancis menuntut Alexander Satryo Wibowo yang beralamat di Kayu Putih, Jakarta Timur.

Tetapi apa daya, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menampik tuntutan itu pada 9 Juni 2015. Pierre Cardin asal Prancis tidak terima dan ajukan kasasi. Tetapi kasasi itu ditampik MA.

Berasa lebih memiliki hak, Pierre Cardin ajukan usaha hukum mengagumkan dengan ajukan PK. Tetapi apa kata MA?

“Menampik permintaan PK Pierre Cardin,” putus MA pada September 2018.

Merek Bossini juga didaftarkan di beberapa negara lain yakni Komune Merek Eropa (OHIM), Hong Kong, Singapura, Malaysia sampai Chili.

Bossini terkejut waktu mendapati satu toko di Perumahan Periuk Nyaman, Tangerang bernama yang serupa yang dipunyai oleh Jusi. Bossini Tangerang sudah kantongi sertifikat merek dari Dirjen Kekayaan Cendekiawan Kemenkum HAM bernomor IDM0000296449 per 6 Agustus 2007.

Perbedaannya, Bossini Tangerang untuk merek kelompok toko ketengan, grosi dan layanan pembagian. Bossini Inggris cemas customer dapat tertipu adanya Bossini Tangerang hingga ajukan tuntutan ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Pada 10 Desember 2014, tuntutan Bossini ditampik. Tidak terima, Bossini lalu ajukan kasasi.

Apa kata MA? MA menampik tuntutan Burling Limited. Duduk selaku ketua majelis hakim agung Soltoni Mohdally dengan anggota hakim agung Syamsul Maarif dan hakim agung Hamdi. Ke-3 nya memandang walau Bossini Tangerang mempunyai kesamaan pada dasarnya atau keseluruhnya Bossini Inggris, tapi ke-2 merek pada kelas barang yang lain.

“Hingga tidak membuat customer tertipu,” sebut majelis.

Menurut MA, merek Bossini Tangerang jauh semakin lama didaftar di Indonesia.

“Jika dengan begitu, tidak bisa dibuktikan ada niat tidak bagus dari Tergugat (Jusi) untuk membonceng kepopuleran merek Penggugat (Burling Limited),” putus majelis pada 6 April 2015 kemarin.